Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts
Showing posts with label Bunda Sayang. Show all posts

Thursday, February 6, 2020

Raja Yang Baik Hati

Ketika menjenguk Eyang Gik di RSAL,rafa  dan Fani menemukan teman baru.Namanya Aisyah,mereka mudah akrab sih ya.Setelah pulang dari menjenguk Eyang Gik,rafa saya tanya2 tentang teman barunya tersebut.Ternyata dia tidak tau Namanya 😆.
Lalu saya pun mendongeng tentang kebaikan hati,bahwa kita harus berbuat baik pada siapapun.



Dahulu kala, ada seorang raja yang bijak sana dan baik hati. Ia sangat suka menolong dan membantu rakyatnya yang hidup miskin. Rakyatnya pun hidup makmur dan bahagia. Semua rakyat mencintainya.

Suatu hari, datang seorang buruh miskin ke istana. Sang Raja memperbolehkannya masuk. “Raja yang baik hati, tolonglah saya. Anak saya sedang sakit, namun saya tidak punya uang untuk membawanya berobat. Tolonglah berikan kepada saya uang agar saya bisa membawa anak saya berobat."

Tanpa berpikir panjang, Raja memerintahkan pelayannya untuk mengambil uang dan emas untuk diberikan kepada buruh miskin itu. Buruh itupun berterima kasih dan menyalami tangan Raja. Buruh itu berjanji tidak akan melupakan kebaikan hati dan pertolongan Raja.

Suatu hari, terjadi perang besar. Kerajaan diserang oleh pasukan kerajaan sebelah. Raja yang baik hati kalah dalam pertarungan itu karena jumlah pasukannya lebih sedikit dibanding jumlah pasukan kerajaan lawan. Harta dan istananya pun dirampas. Ia pun dijadikan buruh di desa bersama rakyat-rakyat lainnya.

Suatu hari, Raja bertemu dengan buruh miskin yang dibantunya dulu. Buruh miskin itu mengenalinya dan langsung menyapa, “Hai Raja, masih ingatkah kau padaku, buruh miskin yang kau bantu dulu?”

“Aku bukan seorang raja lagi, kau tidak perlu memanggilku Raja. Tentu saja aku masih ingat padamu,” kata Raja.

“Tidak, bagaimanapun keadaanmu, aku akan tetap menghormatimu sebagai rajaku. Jika mau, tinggallah di rumahku,” kata buruh itu. Si Raja yang tidak punya tempat tinggal pun setuju. Lalu, mereka pergi ke rumah si Buruh.

Alangkah terkejutnya si Raja ketika melihat rumah si Buruh bagus dan indah. Ternyata, si Buruh sudah menjadi saudagar kaya.

“Setelah anakku sembuh, aku bekerja sangat keras dan menggunakan uang yang kau berikan untuk modalku. Aku bisa menjadi saudagar kay. Namun, semua ini tidak akan bisa kudapatkan tanpa bantuanmu. Terima kasih, Raja. Sebagai balas budiku, tinggallah disini bersamaku,” pinta si Buruh. Sang Raja mengangguh setuju

#Hari8
#GameLevel10
#Tantangan10Hari
#GrabYourImagination
#KuliahBunsayIIP

Monday, February 3, 2020

Pencukur Bulu Domba yang selalu Mencela

Beberapa hari belakangan Rafa selalu mengikuti teman2nya "mencela" kondisi Fisik kawan lainnya.Saya sempat agak emosi karena susah ngasih taunya,tiap di kasih tau iya tapi diulang lagi.

Lalu saya bacakan dia dongeng tentang Seseorang yang suka mencela dan berharap dia mengerti serta berhenti Mencela.

Disebuah Peternakan,hiduplah seorang pencukur bulu domba yang suka sekali mencela.

Hari ini, ia sudah bersiap menuju ke sebuah peternakan yang nggak jauh dari rumahnya.Seorang pria pemilik peternakan menyuruhnya mencukur bulu-bulu domba miliknya yang sudah lebat."Waaah tak kusangka kini peternak yang jelek itu sudah memiliki banyak domba yang bau!" Seru pencukur saat melihat domba yang akan ia cukur.Setiap domba yang akan ia cukur selalu ia cela , mulai dari yang besar dibilang "tubuhnya bengkak seperti gajah",yang kurus dibilang "petani tidak memberi makan sehingga jadi kurus", domba yang berbulu amat lebat dibilang "serakah" dan lain sebagainya.

Pencukur bulu domba terus saja mencela semua domba - domba yang ia cukur.Ia tidak tau sejak tadi peternak domba memperhatikan dirinya.Peternak domba pun mendapatkan sebuah ide,agar pencukur bulu domba tidak terus menerus mencela. " Pencukur,jika kau mau boleh mengambil sepasang domba yang kau suka diantara semua domba dombaku ini!" Ujar peternak domba.

"Benarkah?" Tanya pencukur bulu domba tak percaya.
Betapa senangnya hati pencukur bulu domba itu.Tiba - tiba saja domba itu terlihat bagus,ia.memilih dua domba yang tadi ia cela.

"Pencukur , setelah menjadi milikmu, apakah domba itu terlihat baik?" Tanya peternak domba.

Pencukur pun malu dan mengakui semua perbuatannya yang tidak terpui karena gemar mencela.
"Milikmu atau milik orang lain, semua makhluk di bumi adalah ciptaan Allah.Kita tidak boleh mencelanya" pinta peternak domba.Pencukur domba pun mengangguk Malu.

Semakin hari, domba domba milik pencukur makin banyak.Semua domba tumbuh berbeda beda,ada yang kurus,ada yang gemuk,ada yang bulunya indah dan ada pula yang kusam.Namun Pencukur bulu domba tak pernah lagi mencela,sebab semua diciptakan Allah SWT dengan fisik yang berbeda.



Selesai bercerita,saya berkata sama rafa "Rafa..Kamu ndak boleh ngilokno temenmu lagi ya..Kalo kamu ngilokno temenmu sama aja kamu ngilokno Allah SWT yang menciptakan kita semua.Kalo kamun masih ngilokno lagi semisal ngilokno temenmu hitam , ta suruh bikin dia putih bisa gak?" Dijawab sama rafa "Ga bisa." , kemudian saya berkata lagi "Lha itu dia,mau hitam,mau cantik,putih,ganteng,itu semua Allah SWT yang bikin..Oke?"

Rafa pun terdiam.Semoga mengerti inti dari Cerita dongeng tersebut.

Foto dalam gambar mencontohkan salah satu alasan kenapa tidak boleh mencela,karena kuda yang di Foto tersebut terlihat kurus,sedang kuda lainnya Gagah dan besar.

#Hari1
#Tantangan10Hari
#GameLLevel10
#GrabYourImagination
#KuliahBundaSayang
@institut.ibu.profesional